bappeda-gelar-fgd-pudNatuna – Dalam rangka pelaksanaan Program Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah (PELD) Kabupaten Natuna, Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Natuna mengelar Focus Grup Discussion untuk Penentuan Produk Unggulan Daerah (PUD) di Kabupaten Natuna.

FGD yang melibatkan sejumlah SKPD terkait dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bappeda, Bukit Arai Ranai. Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 22-23 September 2016 tersebut, dibuka oleh Asisten Administrasi, Ir. Basri, dengan 2 (dua) narasumber, yaitu Triyono dari (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia –LIPI), dan Tomi Ramadona dari (Universitas Riau –UNRI).

Selain membuka Asisten Administrasi yang ikut memimpin jalannya FGD menyampaikan, bahwa Kabupaten Natuna saat ini menjadi sorotan semenjak kedatangan Presiden RI Joko Widodo. Presiden juga memfokuskan untuk penguatan pembangunan di Natuna pada 5 sektor, yaitu perikanan, pariwisata, migas, pertahanan dan lingkungan.

Untuk sektor pertahanan, sebagai daerah perbatasan menurut Basri memang diperlukan. Atas penguatan sektor keamanan di Natuna, hal ini dapat menjadi penguat sektor ekonomi. Sedangkan untuk sektor perikanan, karena luas wilayah laut Natuna yang memang sangat besar. Begitu juga dengan potensi migas dan pariwisata. Untuk itu pengelolaan berbasis lingkungan sangat perlu diperhatikan.

Terhadap PUD, Basri menyebutkan sebenarnya nenek moyang yang dulu tinggal di Natuna pada dasarnya sudah meletakkan dasar hal tersebut. “Mereka perencana yang matang,” ungkap Basri. Hal tersebut dilihat dari potensi yang ada seperti karet, kelapa, cengkeh dan perikanan.

Dalam menghadari era yang semakin kompetitif, beliau berpesan agar kita dapat mempersiapkan diri. Untuk itu Natuna perlu memperlihatkan potensi daerahnya keluar, agar memberikan efek ekonomi yang lebih baik kepada dunia usaha.

Sementara itu kedua narasumber menyampaikan materi PUD yang berkenaan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 9 Tahun 2014. Dimana penentuan PUD terdiri atas 12 kreteria yaitu; penyerapan tenaga kerja, sumbangan terhadap perekonomian, sektor basis ekonomi daerah, dapat diperbaharui, unsur sosial budaya, ketersediaan pasar, bahan baku, modal, sarana dan prasarana produksi, teknologi, menajemen usaha dan harga.
(sumber : www.natunakab.go.id )